Skip to main content

Posts

Showing posts with the label KOPI MORNING

Penyebaran Konten Hoax Dengan Label Agama Sangat Berbahaya

Penyebaran Konten Hoax Dengan Label Agama Sangat Berbahaya  ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha Agama merupakan sebuah panduan keimanan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan. Oleh karena itu agama menjadi patokan kita untuk bergerak kedepan, menjadi patokan untuk kita untuk berpikir dan menjadi patokan saat kita berinteraksi. Merasuk hingga ke-dasar hati, tentu saja sangat wajar jika kita menjadi fanatik terhadap agama yang kita anut. Fanatik terhadap agama sangat diperbolehkan, dengan harapan kita akan semakin menjadi manusia yang bernilai untuk Tuhan, sesama dan lingkungan. Namun jika fanatik agama itu berlebihan atau membabi buta akan menyebabkan perseteruan dan cenderung menimbulakan konflik. Untuk memahami apakah penyebaran hoax dengan label agama ini berbahaya atau tidak,   tentu saja kita harus melihat terlebih efek dari hoax tersebut. Kita juga harus melihat proses penyebarannya, apakan b...

Serangan Terhadap Gereja, Saya Katolik Dan Saya Memaafkan

Serangan Terhadap Gereja, Saya Katolik Dan Saya Memaafkan Beberapa hari ini kita dihebohkan dengan aksi penyerangan terhadap umat Katolik yang sedang mengikuti misa. Aksi ini lain dari yang lain. Lebih berani dan terbuka. Seorang remaja bersenjatakan samurai menyerang umat dan pastor di dalam Gereja. Rasanya seperti mimpi, mencoba untuk tak mempercayainya, namun itu nyata. Kejadian ini tentu saja membuat saya sebagai umat Katolik bersedih. Namun pada akhirnya saya harus berbangga. Bagaimana tidak, ratusan doa bergulir di beranda media sosial saya. Tidak ada yang mencela ataupun menghakimi. Dan lebih berbangga lagi, masing-masing saling mengingatkan agar tidak terprovokasi dengan berita yang bergulir. Serangan terhadap gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta ini memang patut kita sesalkan. Indonesia negara yang berdiri karena seribu perbedaan dalam satu rasa ini, tercoreng dengan aksi tidak terpuji tersebut. Sebagai anak bangsa, patut kita bertanya ...

O tempora! O mores! Oh zaman apakah ini! Akhlak macam apakah ini!

O tempora! O mores!  Oh zaman apakah ini! Akhlak macam apakah ini! Itu adalah kata pembukaan orasi dari senator Cicero saat berdebat melawan Catilina, seorang politikus Roma di hadapan Senat Romawi tahun 63 SM. Oh zaman apakah ini! Akhlak macam apakah ini! Kutipan lengkapnya seperti ini: “O tempora! O mores! Senatur haec intellegit, consul videt; hic tamen vivit. Vivit? Immo vero etiam in senatum venit, vit publici consili particeps, notat et designat oculis ad caedem unum quemque nostrum. Nos autem, fortes viri, satisfacere rei publicae videmur, si istius furorem ac tela vitamus. Ad mortem te, Catilina, duci iussu consulis iam pridem oportebat, in te conferri pestem, quam tu in nos machinaris.” Artinya: Oh, zaman apakah ini! Oh, akhlak macam apakah ini! Senat sudah mengetahuinya, Konsul sudah melihatnya; namun orang ini (Catilina) masih juga hidup. Dia itu sungguh hidup? Ya, dia bahkan datang ke Senat, dia ikut serta merumuskan kebijakan publik, dengan pandangan matanya ...

Hoax, Kecemasan Dari Dan Untuk Para Elit

Hoax, Kecemasan Dari Dan Untuk Para Elit Hoax adalah informasi tidak benar atau tidak nyata, dimana informasi tidak benar (hoax) ini dikemas dengan sangat baik hingga orang yang mendengar atau membaca informasi tersebut merasa bahwa kabar berita hoax tersebut benar adanya. Asal kata 'hoax' diyakini ada sejak ratusan tahun sebelumnya, yakni 'hocus' dari mantra 'hocus pocus'. Frasa yang kerap disebut oleh pesulap, serupa 'sim salabim'. Alexander Boese dalam bukuny, Museum of Hoaxes, mencatat hoax pertama yang dipublikasikan adalah almanak atau penanggalan palsu yang dibuat Isaac Bickerstaff alias Jonathan Swift pada 1709. Saat itu, ia meramalkan kematian astrolog John Partridge. Agar meyakinkan publik, ia bahkan membuat obituari palsu tentang Partridge pada hari yang diramal sebagai hari kematiannya. Swift mengarang informasi tersebut untuk mempermalukan Partridge di mata publik. Partridge pun berhenti membuat almanak astrologi hingga en...

Politik Jatuhkan Ahok Ala PDI Perjuangan

Politik Jatuhkan Ahok Ala PDI Perjuangan Strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk melemahkan Basuki Tjahaja Purnama terus digulirkan. Tidak tanggung-tangung satu persatu petinggi dari PDI Perjuangan secara terang benderang menyerang Ahok sapaan dari B asuki Tjahaja Purnama. Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas H Pareira mengatakan Ahok hanya menggunakan partai sebagai tunggangannya, setelah tidak berguna Ahok akan meninggal partai tersebut. Ini menurut Andreas bisa dilihat dari karir politik Ahok dimana dia (Ahok) memulai karirnya dari Partai Indonesia Baru (PIB) untuk jadi Bupati di Belitung. Kemudian loncat ke Partai Golkar ketika menjadi anggota DPR-RI. Loncat lagi ke Gerindra untuk pencalonan Pilgub 2012.  Lebih lanjut lagi Andreas mengajak partai politik lain untuk tidak mendukung Ahok. Ahok dinilai mempunyai track record loyalitasnya yang buruk, dengan political tricky nya yang sangat licin. Setelah gempuran yang dilakukan oleh Andreas...

Anakku Selalu Raih Rangking ke-23

Anakku Selalu Raih Rangking ke-23 Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini. Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orangpun bertepuk tangan. Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab: “Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main”. Demi menunjukk...

Melihat Kasus Intoleransi Yang Makin Marak Di Indonesia

Melihat Kasus Intoleransi Yang Makin Marak Di Indonesia Kasus intoleransi atas nama agama di tanah air seringkali timbul karena hal sepele. Dari gunjingan kecil bisa berubah menjadi petaka. Contoh kasus pembakaran Vihara yang baru saja terjadi di Indonesia tepatnya di Tanjungbalai Sumatera Utara. Kasus seperti ini malah bisa kita temukan di media sosial setiap hari, menyudutkan satu agama, mencela, mencaci dan anehnya kadang sikap ini dilegalkan oleh oknum tertentu yang seharusnya menjadi panutan karena hanya untuk popularitas atau untuk sesuap nasi, tanpa berpikir bahwa dirinya telah menanam benih-benih permusuhan yang bisa meledak kapan saja. Melihat dari kasus pembakaran Vihara yang terjadi di Tanjungbalai ini, saya rasa kita tidak bisa dengan serta merta harus menyalahkan pihak-pihak yang memulai kerusuhan ini. Okelah yang membakar harus ditahan atau ditangkap. Namun ini tidak akan bisa menyelesaikan kasus intoleransi itu sendiri. Kerusuhan atas nama agama seperti m...

Bolehkah Guru Menghukum Muridnya?

Bolehkah Guru Menghukum Muridnya? "Hukuman yang diberikan guru kepada murid bukan untuk menyiksa ataupun menganiaya lebih kepada memberi efek jera dan melatih agar murid lebih disiplin" Begitulah jawaban seorang guru saat ditanyai tentang perihal hukuman yang diberikan guru kepada muridnya. Jika kita mencerna perkataan diatas maka kita bisa menyimpulkan bahwa hukuman yang diberikan kepada murid adalah sebuah pendidikan. Hukuman yang diberikan guru itu tidak menyiksa dan menganiaya. Menyiksa dan menganiaya itu seperti memukul berulang-ulang sampai berdarah atau patah tulang dst. Sebagai contoh hukuman yang mendidik itu sepeti apa, ketika seorang guru memberikan pekerjaan rumah (PR) agar murid bisa belajar sendiri. Namun jika murid tidak mengerjakaan pekerjaan tersebut, maka guru akan memberikan teguran sebelum menghukum murid tersebut.  Contoh lain kenakalan murid yaitu membolos, murid berkata kotor, murid berkelahi, merokok disekolah dst... J...

Ketika Manusia Mengkhianati Allah

Ketika Manusia Mengkhianati Allah Pada mulanya adalah terang, dari bintang berpendar menyisiri ruang jauh hingga menyatu dilorong gelap. Pada mulanya adalah suara, bisikan daun gugur dalam tarian angin lembut dan percik air jatuh seperti bernyanyi. Saat itu, awal dimana leluhur adalah alam, tenggelam jauh dalam semedi dan bersyukur. Jauh dan tak terlihat, Dia yang Esa melihat semuanya sempurna maka jadilah Adam sang penguasa terlahir sendirian dalam sepi. Terlalu larut dalam hening yang suram, Yang Esa enggan berdiam diri, maka jadilah Hawa pelengkap kesempurnaan dengan nafsu yang tumbuh membakar. Saat itu batu dan kayupun bertelinga. Tak terlalu lama, awan hitam memuntahkan amarahnya, dengan petir sebagai pedang, Yang Esa bergumam sedih pergilah kau bersama nafsu, titah Ku telah kau langgar. Begitulah cerita ini dimulai.....Kita..! saya, kau dan mereka ada karena pengkhianatan manusia terhadap Allah. Abad telah berganti abad, alam kini tak muda la...

Teman Ahok vs Politik Dan Kebencian

Teman Ahok vs Politik Dan Kebencian Sebuah "kegelisahan" menjadi kekuatan yang tak bisa dibendung, dibangun oleh sebuah gerakan anak muda yang menamakan dirinya sebagai Teman Ahok. Citra ahok menjadi tokoh yang bersih dari korupsi diuji secara brutal dan terarah untuk satu tujuan lengserkan Ahok. Bagaimana tidak, Ahok bertubi-tubi dihadapi tuduhan korupsi yang dibangun oleh elit politik maupun pembenci. Seribu cara dilakukan agar Ahok bisa diseret ke meja hijau, dibungkam dan bui. Kita mungkin pernah dengar ungkapan yang mengatakan sebaik-baiknya orang pasti ada titik jahatnya, sehebat-hebatnya orang yang bilang dirinya anti korupsi bisa saja terjerumus dalam korupsi. Saya mengiyakan ungkapan itu, sebagai landasan utama untuk berpikir bahwa tidak ada seorangpun didunia ini yang bersih 100 persen dari kesalahan. Landasan ini juga yang dibangun oleh lawan politik dan pembenci Ahok, mencari dan terus mencari, kesalahan, kelemahan yang dibuat Ahok. ...

Shalat Tarawih Pertama Di Bulan Suci Saya Dirikan Di Pastoran

Shalat Tarawih Pertama Di Bulan Suci Saya Dirikan Di Pastoran Sebuah pengalaman yang menarik, dimana toleransi merupakan suatu hal yang indah, perbedaan bukanlah penghalang, bukan sebagai ajang untuk memilah-milah manusia, memisahkan manusia dari manusia atau mengelompokan manusia. Bertahan hidup dengan ego itu bagus, namun jika berlebihan akan menghancurkan diri kita sendiri. Manusia dibumi ini bukan kita sendiri. Sebagai orang Indonesia, kita seharusnya berbangga. Kita diajarkan untuk saling menghargai, menjaga dan saling menolong sejak kita dilahirkan di negeri pertiwi ini. Pengalaman kali ini saya dikutip dari akun facebook Ade Siti Barokah. Siti menceritakan pengelaman pribadinya dimana dia disayangi oleh seorang suter di Polandia yang membuatkan dirinya coklat panas dan biskuit. Lebih lanjut lagi Ade Siti Barokah mengatakan bawah dirinya melakukan shalat tarawih pertama di bulan suci di pastoran. Berikut pengalaman pribadi Ade Siti Barokah yang diambil dari aku fa...

Remaja Dengan Pemikiran "Terserah Saya"

Remaja Dengan Pemikiran "Terserah Saya" Mungkin anda pernah mendengar ungkapan seperti ini "Hidup saya terserah saya". Logikanya memang benar, kehidupan anda tentu saja terserah anda. Anda tidak mungkin hidup "terserah orang lain" itu sama saja dengan menggadaikan hidup anda. Istilah yang muncul di tahun 2005-an ini (kalau tidak salah), mengubah pola pikir remaja tentang banyak hal. Salah satu hal yang paling menonjol adalah pergaulan. Remaja dengan usia 15 -18 sering kali terganggu dengan ungkapan ini, usia dimana mereka mencari jati diri dan menilai prilaku mereka sendiri. Usia ini sangat rentan untuk dipengaruhi karena pada usia tersebut mereka lebih aktif berpikir dan bergerak secara acak, dan jika tidak dibimbing dengan benar maka akan menciptakan generasi yang acak-acakan. Pemikiran "terserah saya" diartikan oleh remaja sebagai sebuah kebebasan. Kebebasan yang tidak bisa dibendung, berbuat sesuka hati, dimana sebagian kebebasa...

Kasus Pemerkosaan Meningkat, Kenapa Bisa Terjadi?

Kasus Pemerkosaan Meningkat, Kenapa Bisa Terjadi? Akhir-akhir ini kita digemparkan dengan kasus pemerkosaan yang datang bertubi-tubi. Pemerkosaan yang berujung pada pembunuhan.  Kita tidak bisa memaafkan perlakuan "binatang" para pelaku pemerkosaan yang dengan sangat tega dan bengis melakukan perbuatan tersebut. Kemana nurani sebagai manusia yang punya rasa berbelas kasih..? Hilangkah rasa iba itu dari lubuk hati..? Kenapa tega berbuat keji, apakah hanya karena nafsu semata..? Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul begitu saja ketika mendengar kasus pemerkosaan berulang lagi. Menanggapi kasus ini Pemerintah Indonesia, mengambil keputusan cepat untuk menanggulangi kejadian ini agar tidak terulang lagi. Hukuman kebiri diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk pelaku pemerkosaan. Namun apakah hukuman ini akan menghentikan kejahatan (pemerkosaan) ini..? Saya rasa tidak...ini seperti memberi obat kepada pesakitan tanpa tahu kenapa dia sakit dan me...

Dua Hal Yang Ditakuti Dan Disenangi Manusia Di Kehidupannya

Dua Hal Yang Ditakuti Dan Disenangi Manusia Di Kehidupannya Seringkali kita berpikir bahwa hidup kita terbelenggu penuh dengan aturan. Kita terkadang ingin lari dan keluar dari aturan itu. Sebagian orang beranggapan bahwa aturan adalah jalan hidup, sebagai pedoman untuk melangkah. Keberhasilan seringkali kita anggap sebagai anugrah, kemalangan kita anggap sebagai ujian. Kita dituntut untuk bekerja keras mencari kesuksesan dengan pedoman aturan yang ada. Namun sebagian orang menyimpang dari aturan yang ada, dengan menghalalkan segalah cara untuk mencapai keberhasilan yang dia impikan. “Miskin, Kaya, Surga, Neraka” Ditempat saya, ini adalah sebuah permainan dimasa kanak-kanak dulu (mungkin didaerah lain juga ada permainan ini). Kita mengulangi permainan jika  jari-jari kita berhenti di kata miskin atau neraka, ada sebuah ketakutan disana. Kita akan merasa senang jika jari-jari kita berhenti di kata kaya atau surga. Surga dan Neraka, para pemeluk agama mengganggap it...

Memberi Dalam Kekurangan Adalah Kebodohan Besar

Memberi Dalam Kekurangan Adalah Kebodohan Besar Hidup tak semudah seperti yang kita pikirkan. Kadang terlihat mudah namun susah, kadang terlihat susah namun gampang. Memberi (menolong) orang lain adalah sesuatu yang sangat dianjurkan oleh Agama dan memang kita manusia dapat bertahan hidup dari jaman nenek moyang sampai sekarang karena saling menolong dan membantu. Pembicaraan kita kali ini adalah memberi (sedekah) dalam kekurangan adalah sebuah kebodohan. Saya, kita sering mendengar bahwa membantu orang dalam keadaan kita tidak punya apa-apa itu adalah sebuah kewajiban dan pahalanya besar. Sungguh sangat lucu jika kita kemudian berpikir itu secara logis. Sebagai contoh saya memiliki segenggam nasi, dan saya sudah tidak makan beberapa hari. Bertemulah dengan orang lain yang memiliki nasib seperti saya, apakah segenggam nasi itu harus saya berikan kepada dia..? atau segengam nasi itu saya bagi dua, memberikan setengah untuk dia dan untuk saya setengah. Itupun ka...

Seberapa Efektifkah Kebijakan Sampah Plastik Berbayar?

Seberapa Efektifkah Kebijakan Sampah Plastik Berbayar? Sampah merupakah salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh Indonesia. Bagaimana tidak, berdasarkan data Jambeck tahun 2015, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut terbesar. Sampah plastik Indonesia mencapai 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. (Baca juga:  Indonesia Bersih Sampah 2020, Flotim Siap Bersih? ) Untuk mengurangi jumlah sampah plastik ini pemerintah menerapkan kebijakan yang masih dalam taraf uji coba "Kanton Plastik Berbayar". Kebijakan ini sendiri diresmikan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, pada Minggu, 21 Februari 2016 lalu. Apakah Kebijakan Ini Membantu..?  Kebijakan kantong plastik berbayar ini dimaksudkan agar meminimalisasi penggunaan kantong plastik saat berbelanja. Kebijakan ini tentu saja harus kita dukung namun apakah ini akan berhasil..? Harga kantong plastik berbaya...

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala Bertambahnya usia bumi, maka semakin bertambah pulalah kerusakan yang disebabkan oleh penghuninya. Jaman telah berubah, seiring berkembangnya Teknologi yang tidak bisa kita kontrol dengan baik. Peradaban yang berbudi dan beretika pun semakin luntur dan kita semakin sombong dengan ilmu yang kita dapat dengan instan tanpa tahu bagaimana harus menyikapi ilmu tersebut secara benar. (Baca juga:  Ini Dia Tipe Pria Idaman Wanita ) Perubahan-perubahan tersebut membawa dampak buruk untuk generasi sekarang. Norma adat ditinggalkan demi kepuasan dunia yang kecil. Kita punya aturan yang bagus namun terberenggus hilang dari kepongahan dunia yang kian kemerlap. Generasi sekarang tidak seperti generasi yang dulu, dimana kita yang dulu punya "Rasa Malu" yang sangat besar, kita akan merasa begitu ketakutakan jika melakukan kesalahan walaupun itu hanya kesalahan kecil. Sedangkan generasi sekarang....? Sebagai contoh s...

Indonesia Bersih Sampah 2020, Flotim Siap Bersih?

Indonesia Bersih Sampah 2020, Flotim Siap Bersih? Presiden Joko Widodo Mengatakan "Indonesia bersih dari sampah 2020 merupakan komitmen kita bersama. Sampah bukan hanya mengotori lingkungan, tapi juga ganggu kesehatan kita. Komunitas, Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia harus segera bergerak bersihkan lingkungan dari sampah. Ayo bergotong royong untuk wujudkan Indonesia bersih. ‪#‎BebasSampah2020‬". Tentu saja kita tahu sampah merupakan salah satu masalah besar di peradaban ini, tidak hanya di kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta saja yang kesulitan mengatasi permasalahan ini, Flores Timur satu kabupaten kecil di Provinsi NTT juga mengalami hal yang sama. Bagaimana tidak sulit, sampah merupakan sesuatu yang berkaitan langsung dengan hidup kita, tiap hari pasti kita memegang sampah. Dari bungkusan permen, plastik cucian, bungkusan sabun, bungkusan rokok dan masih banyak lagi. Menjadi pertanyaan Apakah kita membuah sampah itu pada tempatnya..?...

Sebenarnya Polisi Berhak Atau Tidak Menilang Kendaraan Yang Pajaknya Telat?

Sebenarnya Polisi Berhak Atau Tidak Menilang Kendaraan Yang Pajaknya Telat? Salah satu pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah apakah Polisi bisa menilang kendaraan yang telat bayar pajak?. Sebagian mengatakan bahwa polisi berhak menilang namun sebagian lagi mengatakan kalau polisi tidak punya hak untuk menilang kendaraan yang telat membayar pajak. Mengenai perihal menilang ini saya bahas untuk yang punya kendaraan saja, yang cuma nebeng ngk boleh protes... Kebingungan masyarakat ini sungguh adalah sesuatu yang wajar karena pernyataan polisi berhak dan tidak berhak menilang kendaraan yang mati pajaknya itu bersumber pada UU yang sama yaitu " Undang-undang Lalu lintas no.14 Tahun 1992 (ralat: UU Lalu lintas no.22 Tahun 2009), disebutkan, yang menyangkut kelengkapan kendaraan, termasuk surat-surat SIM dan STNK yang masih hidup, atau berlaku, lampu motor, lampu sein, dan seterusnya, berhak ditindak oleh polisi dengan cara menilang" . Berikut jawaban yan...

Bagaimana Upaya Pencegahan Bunuh Diri Di Masyarakat?

Bagaimana Upaya Pencegahan Bunuh Diri Di Masyarakat? Bunuh diri dapat dicegah dan semua anggota masyarakat dapat melakukan tindakan yang akan menyelamatkan kehidupan dan mencegah bunuh diri. (Baca juga:  Penyebab Dan Tanda Orang Akan Melakukan Bunuh Diri ) Sangat dibutuhkan kerjasama yang erat antara individu, keluarga, masyarakat, profesi dan pemerintah untuk bersama mengatasi masalahnya. 1. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh individu Bila menemukan orang dengan ciri risiko tinggi bunuh diri: Coba menjalin kontak dan mengenali pelaku tindakan bunuh diri beserta latar belakangnya. Dengarkan dengan penuh perhatian dan biarkan pelaku tindakan bunuh diri berbicara mengenai perasaannya. Coba mengenali masalah dan memahami perasaannya. Hargai pemikirannya dan jangan menyalahkan keputusan mereka untuk bunuh diri. Telusuri situasi yang dialami sekarang dan pengalaman serta keyakinannya pada masa lalu. Telusuri pilihan alternatif yang positif yang mungkin dan ...