Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2017

Langkah Jiwa (Bag-2)

Langkah Jiwa (Bag-2) (Yohanes M Wain)
Segelas kopi hangat temani sore ku, menemani hari-hari ku yang kian bingar dengan celoteh napsu dunia…dunia ini membodohkan penghuninya…namun kadang aku berpikir penghuninya lah yang membodohi dunia..intinya aku dia mereka dan kamu saling membodohi…

Kadang aku dan jiwa ku bergetar sendiri, menahan tawa yang tak bisa ku tahan…

Ahh beginilah dunia ku, di depan mata ku, semuanya terbuka..yang pantang disebutkan malah terasa manis di bibir…kehidupan kini berbeda jauh dengan yang dulu..semuanya berubah seiring waktu dan perubahan jaman yang kian morat-marit..tak beraturan dipaksa terlihat teratur..

Nama ku Langit, aku berasal dari pulau bunga dan sekarang terdampar di kota kembang.., aku hidup dengan ego ku, bagi ku, diri ku adalah segalanya,..aku tak mempercayai ucapan manis dunia,- bukan karena masa lalu ku kelam, namun begitulah dunia,..manis di depan pahit belakangan…

Di kota ini seribu kisah telah terukir canda, tawa dan tangis membiru jadi satu..d…

Langkah Jiwa (Bag-1)

Langkah Jiwa (Bag-1) (Yohane M Wain)
November saat semuanya kembali bersama, hujan, rembulan dan mentari dalam satu langit, satu pandangan mata.

Entahlah alam ini kadang indah dan membuai, membawa senyum dengan sekuntum bunga, warna pelangi dengan sentuhan angin yang membasahi hingga ke sudut hati.

Kadang ingin sekali mengubah semuanya, menyelaraskan langkah agar kita berpacu bersama dalam sebuah tarian hening, mengubah dunia dengan warna yang kita mau.

Dan aku mencobanya, kucoba lalui jalan yang sering kau dan aku lewati saat itu, saat semuanya masih milik ku, dan aku bertanya pada semua yang kutemui disana, apakah kalian mengambil senyum ku…? dimanakah kalian sembunyikan setumpuk mimpi ku...?

Seperti biasanya semuanya diam, suara alam coba kupahami dan mengikutinya, ku tahu semuanya sia-sia namun terus ku mencoba untuk menafsirkan isyarat yang tak terbaca.

Langit kembali bergemuruh, musim telah berganti. Ku basahi tanah yang mendaging dan berdarah panas agar jiwa tak terbakar. Lelah …