Skip to main content

Posts

Foto Keindahan Tebing Keraton, Bandung, Jawa Barat

Foto Keindahan Tebing Keraton, Bandung, Jawa Barat
Tebing Keraton atau Tebing Karaton merupakan sebuah tebing yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Tebing ini terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Dari Tebing Keraton dapat menikmati pemandangan spektakuler. Bukan lampu kota, melainkan hutan!












# Foto Keindahan Tebing Keraton, Bandung, Jawa Barat
Recent posts

Profil Rocky Gerung

Profil Rocky Gerung

Rocky Gerung adalah seorang staff pengajar di Departemen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang juga merupakan seorang peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi. Rocky Gerung lahir di Manado pada 20 januari 1959.

Ia menempuh studinya di Universitas Indonesia pada tahun 1986 dan memperoleh gelar sebagai sarjana sastra Universitas Indonesia.

Rocky Gerung diketahui sering menyampaikan kritik keras kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satunya terkait penanganan permasalahan hoax atau berita bohong yang belakangan ini menjadi pembicaraan banyak orang. Menurutnya, pemerintah pada saat ini sedang panik.

Ia sangat aktif menulis di berbagai media massa. Sejak tahun 2006 menjadi fellow pada sebuah Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) dan turut mendirikan SETARA Institute pada tahun 2007, sebuah perkumpulan yang di dedikasikan bagi pencapaian cita-cita dimana setiap orang diperlukan setara dengan menghormati keberagaman.

Dikutip dari:

http://…

Sajak Untuk Pelita

Sajak Untuk Pelita

Aku melihat mu duduk ditengah gardu ronda Seperti penjaga yang dijaga Kau menaungi cerita dan celoteh Tak membantah, cuma sesekali aku melihat mu meliuk, mengikuti angin Aku mulai gelisah Waktu sebentar lagi usai Mungkinkah semua ini akan berakhir..?
Dan kau masih tak bergeming Masih bisu
Ku akui aku takjub melihat mu Takjub dengan kepasrahan yang kau ciptakan
Namun, aku diujung gelisah Berharap saja mungkin tak cukup lalu.. Aku meminta angin datang Agar usai riwayat mu
# Sajak Untuk Pelita (Yohanes M Wain)

Penyebaran Konten Hoax Dengan Label Agama Sangat Berbahaya

Penyebaran Konten Hoax Dengan Label Agama Sangat Berbahaya
Agama merupakan sebuah panduan keimanan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan.
Oleh karena itu agama menjadi patokan kita untuk bergerak kedepan, menjadi patokan untuk kita untuk berpikir dan menjadi patokan saat kita berinteraksi.
Merasuk hingga ke-dasar hati, tentu saja sangat wajar jika kita menjadi fanatik terhadap agama yang kita anut.
Fanatik terhadap agama sangat diperbolehkan, dengan harapan kita akan semakin menjadi manusia yang bernilai untuk Tuhan, sesama dan lingkungan.
Namun jika fanatik agama itu berlebihan atau membabi buta akan menyebabkan perseteruan dan cenderung menimbulakan konflik.
Untuk memahami apakah penyebaran hoax dengan label agama ini berbahaya atau tidak,tentu saja kita harus melihat terlebih efek dari hoax tersebut. Kita juga harus melihat proses penyebarannya, apakan berjalan mulus dan cepat...? atau malah sebaliknya.
Jika penyebaran berit…

8 Pernyataan Stephen Hawking Yang Mengejutkan Dunia

8 Pernyataan Stephen Hawking Yang Mengejutkan Dunia

Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942; umur 76 tahun, adalah seorang ahli fisika teoretis. Ia adalah seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge. Ia dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama karena teori-teorinya mengenai teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Salah satu tulisannya adalah A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut.Pada tahun 2010 Hawking bersama Leonard Mladinow menyusun buku The Grand Design.

Meskipun mengalami tetraplegia (kelumpuhan) karena sklerosis lateral amiotrofik, karier ilmiahnya terus berlanjut selama lebih dari empat puluh tahun. Buku-buku dan penampilan publiknya menjadikan ia sebagai seorang selebritis akademik dan teoretikus fisika yang termasyh…

Serangan Terhadap Gereja, Saya Katolik Dan Saya Memaafkan

Serangan Terhadap Gereja, Saya Katolik Dan Saya Memaafkan

Beberapa hari ini kita dihebohkan dengan aksi penyerangan terhadap umat Katolik yang sedang mengikuti misa. Aksi ini lain dari yang lain. Lebih berani dan terbuka.
Seorang remaja bersenjatakan samurai menyerang umat dan pastor di dalam Gereja. Rasanya seperti mimpi, mencoba untuk tak mempercayainya, namun itu nyata.
Kejadian ini tentu saja membuat saya sebagai umat Katolik bersedih. Namun pada akhirnya saya harus berbangga. Bagaimana tidak, ratusan doa bergulir di beranda media sosial saya. Tidak ada yang mencela ataupun menghakimi.
Dan lebih berbangga lagi, masing-masing saling mengingatkan agar tidak terprovokasi dengan berita yang bergulir.
Serangan terhadap gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta ini memang patut kita sesalkan. Indonesia negara yang berdiri karena seribu perbedaan dalam satu rasa ini, tercoreng dengan aksi tidak terpuji tersebut.
Sebagai anak bangsa, patut kita bertanya kenapa.? kenapa aksi menjijik…

O tempora! O mores! Oh zaman apakah ini! Akhlak macam apakah ini!

O tempora! O mores! Oh zaman apakah ini! Akhlak macam apakah ini!

Itu adalah kata pembukaan orasi dari senator Cicero saat berdebat melawan Catilina, seorang politikus Roma di hadapan Senat Romawi tahun 63 SM. Oh zaman apakah ini! Akhlak macam apakah ini! Kutipan lengkapnya seperti ini: “O tempora! O mores! Senatur haec intellegit, consul videt; hic tamen vivit. Vivit? Immo vero etiam in senatum venit, vit publici consili particeps, notat et designat oculis ad caedem unum quemque nostrum. Nos autem, fortes viri, satisfacere rei publicae videmur, si istius furorem ac tela vitamus. Ad mortem te, Catilina, duci iussu consulis iam pridem oportebat, in te conferri pestem, quam tu in nos machinaris.”

Artinya: Oh, zaman apakah ini! Oh, akhlak macam apakah ini! Senat sudah mengetahuinya, Konsul sudah melihatnya; namun orang ini (Catilina) masih juga hidup. Dia itu sungguh hidup? Ya, dia bahkan datang ke Senat, dia ikut serta merumuskan kebijakan publik, dengan pandangan matanya dia mencatat d…