Serangan Terhadap Gereja, Saya Katolik Dan Saya Memaafkan Beberapa hari ini kita dihebohkan dengan aksi penyerangan terhadap umat Katolik yang sedang mengikuti misa. Aksi ini lain dari yang lain. Lebih berani dan terbuka. Seorang remaja bersenjatakan samurai menyerang umat dan pastor di dalam Gereja. Rasanya seperti mimpi, mencoba untuk tak mempercayainya, namun itu nyata. Kejadian ini tentu saja membuat saya sebagai umat Katolik bersedih. Namun pada akhirnya saya harus berbangga. Bagaimana tidak, ratusan doa bergulir di beranda media sosial saya. Tidak ada yang mencela ataupun menghakimi. Dan lebih berbangga lagi, masing-masing saling mengingatkan agar tidak terprovokasi dengan berita yang bergulir. Serangan terhadap gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta ini memang patut kita sesalkan. Indonesia negara yang berdiri karena seribu perbedaan dalam satu rasa ini, tercoreng dengan aksi tidak terpuji tersebut. Sebagai anak bangsa, patut kita bertanya ...
Tidak Berambisi Menjadi Monyet