Skip to main content

Posts

Showing posts with the label TOLERANSI

Serangan Terhadap Gereja, Saya Katolik Dan Saya Memaafkan

Serangan Terhadap Gereja, Saya Katolik Dan Saya Memaafkan Beberapa hari ini kita dihebohkan dengan aksi penyerangan terhadap umat Katolik yang sedang mengikuti misa. Aksi ini lain dari yang lain. Lebih berani dan terbuka. Seorang remaja bersenjatakan samurai menyerang umat dan pastor di dalam Gereja. Rasanya seperti mimpi, mencoba untuk tak mempercayainya, namun itu nyata. Kejadian ini tentu saja membuat saya sebagai umat Katolik bersedih. Namun pada akhirnya saya harus berbangga. Bagaimana tidak, ratusan doa bergulir di beranda media sosial saya. Tidak ada yang mencela ataupun menghakimi. Dan lebih berbangga lagi, masing-masing saling mengingatkan agar tidak terprovokasi dengan berita yang bergulir. Serangan terhadap gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta ini memang patut kita sesalkan. Indonesia negara yang berdiri karena seribu perbedaan dalam satu rasa ini, tercoreng dengan aksi tidak terpuji tersebut. Sebagai anak bangsa, patut kita bertanya ...

Melihat Kasus Intoleransi Yang Makin Marak Di Indonesia

Melihat Kasus Intoleransi Yang Makin Marak Di Indonesia Kasus intoleransi atas nama agama di tanah air seringkali timbul karena hal sepele. Dari gunjingan kecil bisa berubah menjadi petaka. Contoh kasus pembakaran Vihara yang baru saja terjadi di Indonesia tepatnya di Tanjungbalai Sumatera Utara. Kasus seperti ini malah bisa kita temukan di media sosial setiap hari, menyudutkan satu agama, mencela, mencaci dan anehnya kadang sikap ini dilegalkan oleh oknum tertentu yang seharusnya menjadi panutan karena hanya untuk popularitas atau untuk sesuap nasi, tanpa berpikir bahwa dirinya telah menanam benih-benih permusuhan yang bisa meledak kapan saja. Melihat dari kasus pembakaran Vihara yang terjadi di Tanjungbalai ini, saya rasa kita tidak bisa dengan serta merta harus menyalahkan pihak-pihak yang memulai kerusuhan ini. Okelah yang membakar harus ditahan atau ditangkap. Namun ini tidak akan bisa menyelesaikan kasus intoleransi itu sendiri. Kerusuhan atas nama agama seperti m...

Shalat Tarawih Pertama Di Bulan Suci Saya Dirikan Di Pastoran

Shalat Tarawih Pertama Di Bulan Suci Saya Dirikan Di Pastoran Sebuah pengalaman yang menarik, dimana toleransi merupakan suatu hal yang indah, perbedaan bukanlah penghalang, bukan sebagai ajang untuk memilah-milah manusia, memisahkan manusia dari manusia atau mengelompokan manusia. Bertahan hidup dengan ego itu bagus, namun jika berlebihan akan menghancurkan diri kita sendiri. Manusia dibumi ini bukan kita sendiri. Sebagai orang Indonesia, kita seharusnya berbangga. Kita diajarkan untuk saling menghargai, menjaga dan saling menolong sejak kita dilahirkan di negeri pertiwi ini. Pengalaman kali ini saya dikutip dari akun facebook Ade Siti Barokah. Siti menceritakan pengelaman pribadinya dimana dia disayangi oleh seorang suter di Polandia yang membuatkan dirinya coklat panas dan biskuit. Lebih lanjut lagi Ade Siti Barokah mengatakan bawah dirinya melakukan shalat tarawih pertama di bulan suci di pastoran. Berikut pengalaman pribadi Ade Siti Barokah yang diambil dari aku fa...