Skip to main content

Dua Hal Yang Ditakuti Dan Disenangi Manusia Di Kehidupannya

Dua Hal Yang Ditakuti Dan Disenangi Manusia Di Kehidupannya

Dua Hal Yang Ditakuti Dan Disenangi Manusia Di Kehidupannya

Seringkali kita berpikir bahwa hidup kita terbelenggu penuh dengan aturan. Kita terkadang ingin lari dan keluar dari aturan itu. Sebagian orang beranggapan bahwa aturan adalah jalan hidup, sebagai pedoman untuk melangkah.

Keberhasilan seringkali kita anggap sebagai anugrah, kemalangan kita anggap sebagai ujian. Kita dituntut untuk bekerja keras mencari kesuksesan dengan pedoman aturan yang ada.

Namun sebagian orang menyimpang dari aturan yang ada, dengan menghalalkan segalah cara untuk mencapai keberhasilan yang dia impikan.

“Miskin, Kaya, Surga, Neraka”

Ditempat saya, ini adalah sebuah permainan dimasa kanak-kanak dulu (mungkin didaerah lain juga ada permainan ini). Kita mengulangi permainan jika  jari-jari kita berhenti di kata miskin atau neraka, ada sebuah ketakutan disana. Kita akan merasa senang jika jari-jari kita berhenti di kata kaya atau surga.

Surga dan Neraka, para pemeluk agama mengganggap itu sebagai sebuah hadia setelah kematian. Sebuah hadiah yang diberikan atas prilaku kita semasa hidup. Neraka jika kita melanggar peraturan atau menyimpang dari peraturan yang di tentukan oleh agama, dan surga jika kita bertindak sesuai dengan apa yang di ajarkan dengan agama.

Dalam kehidupan, kita terus menerus di ajarkan kebaikan. Kebaikan itu tentu saja tidak hanya untuk di ucapkan namun dilakukan atau di kerjakan. Kita di ajarkan untuk saling menolong dan membantu antara sesama manusia, tanpa melihat siapa dirinya darimana asalnya dan apa agamanya.

Dalam dunia bekerjapun demikian, kita dituntut untuk bekerja dengan jujur bersih dan berlaku adil jika kelak kita menjadi pemimpin.

Kejujuran dan kebaikan diatas seringkali hilang dalam kehidupan kita. Kita kadang berbuat sesuatu yang menyinggung dan melukai perasaan orang lain. Dan seringkali kali ego membuat kita tidak mau mengalah dan selalu mengganggap diri benar.

Aturan yang sudah ditentukan oleh agama kadang kita langgar demi selembar “mawar merah”, kedudukan dan kuasa. Kita tahu itu salah namun kita terus melakukannya (dengan satu harapan kelak ada waktunya untuk bertobat). Aneh memang sebuah pemikiran yang manusiawi dan egois berbuat dosa namun hendak masuk surga.

Kita takut miskin, berbuat culas agar kaya, namun kita tidak menginginkan neraka sebagai tempat berlabuh di kehidupan kekal, surga merupakan idaman semata wayang.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal LGBT, Sejarah Dan Pandangan Psikolog

Mengenal LGBT, Sejarah Dan Pandangan Psikolog LGBT atau GLBT adalah akronim dari "lesbian, gay, biseksual, dan transgender". Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa "komunitas gay" karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. Sejarah Berbicara tentang homoseksual, ternyata homoseksual ini sudah ada sejak dahulu kala. Dalam sejarah mesir kuno ada sebuah makam dimana digambarkan sepasang pria sedang berciuman.  Dua pria tersebut adalah Khnumhotep dan Niankhkhnum. Dua laki-laki dari Mesir Kuno ini diduga merupakan pasangan homoseksual pertama yang tercatat dalam sejarah karena di makamnya mereka digambarkan sedang berciuman. Namun, beberapa kritikus tidak setuju dengan interpretasi ini karena kedua laki-laki tersebut punya istri dan anak, sehingga mungkin mereka hanyalah saudara. Makam mereka ditemukan Ahmed Moussa di Saqqara, Mesir, pada tahun 1964.Kehidupan mereka tidak banyak dike...

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala Bertambahnya usia bumi, maka semakin bertambah pulalah kerusakan yang disebabkan oleh penghuninya. Jaman telah berubah, seiring berkembangnya Teknologi yang tidak bisa kita kontrol dengan baik. Peradaban yang berbudi dan beretika pun semakin luntur dan kita semakin sombong dengan ilmu yang kita dapat dengan instan tanpa tahu bagaimana harus menyikapi ilmu tersebut secara benar. (Baca juga:  Ini Dia Tipe Pria Idaman Wanita ) Perubahan-perubahan tersebut membawa dampak buruk untuk generasi sekarang. Norma adat ditinggalkan demi kepuasan dunia yang kecil. Kita punya aturan yang bagus namun terberenggus hilang dari kepongahan dunia yang kian kemerlap. Generasi sekarang tidak seperti generasi yang dulu, dimana kita yang dulu punya "Rasa Malu" yang sangat besar, kita akan merasa begitu ketakutakan jika melakukan kesalahan walaupun itu hanya kesalahan kecil. Sedangkan generasi sekarang....? Sebagai contoh s...

Kurang Jelas Pasal Pencemaran Nama Baik Di UU ITE Sampai Kebijakan Konten

Kurang Jelas Pasal Pencemaran Nama Baik Di UU ITE Sampai Kebijakan Konten Sangat disayangkan jika suara jeritan memelas dibungkam, oh tidak kalau menjerit memelas dan mengeluh itu tidak termasuk dalam Pencemaran Nama Baik. Habis yang bagaimana yang melanggar? bagaimana caranya agar suara yang memelas itu bisa di dengar? Bagaimana baiknya cara menyampaikan keluhan tersebut..? Contoh kasus, ketika air (PDAM) dan listrik (PLN) macet dan anda atau saya meluapkannya di media sosial dengan kata-kata kasar, PDAM - PLN Goblok (apakah ini termasuk pencemaran nama baik) atau yang seperti ini contoh kepala PLN adalah Yohanes M Wain, kemudian anda menulis di media sosial dasar Yohanes M Wain goblok kerja ngk becus (apakah ini disebut pencemaran nama baik). Atau masih seperti contoh kasus diatas, anda menulis kritik kerja pimpinan PDAM dan PLN di salah satu konten google (blogger) apakah ini termasuk melanggar...? ( Baca kebijakan konten Blogger ) Saya sangat setuju jika yan...