Skip to main content

Posts

Seberapa Efektifkah Kebijakan Sampah Plastik Berbayar?

Seberapa Efektifkah Kebijakan Sampah Plastik Berbayar? Sampah merupakah salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh Indonesia. Bagaimana tidak, berdasarkan data Jambeck tahun 2015, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut terbesar. Sampah plastik Indonesia mencapai 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. (Baca juga:  Indonesia Bersih Sampah 2020, Flotim Siap Bersih? ) Untuk mengurangi jumlah sampah plastik ini pemerintah menerapkan kebijakan yang masih dalam taraf uji coba "Kanton Plastik Berbayar". Kebijakan ini sendiri diresmikan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, pada Minggu, 21 Februari 2016 lalu. Apakah Kebijakan Ini Membantu..?  Kebijakan kantong plastik berbayar ini dimaksudkan agar meminimalisasi penggunaan kantong plastik saat berbelanja. Kebijakan ini tentu saja harus kita dukung namun apakah ini akan berhasil..? Harga kantong plastik berbaya...

Ridwan Kamil Memutuskan Untuk Tidak Ikut Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017

Ridwan Kamil Memutuskan Untuk Tidak Ikut Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 Ridwan Kamil atau lebih akrab disapa Kang Emil, baru saja memutuskan untuk tidak ikut maju dalam pemilihan Gubernur DKI 2017. Berikut pernyataan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang diambil dari halaman Facebook milik beliau. Mohon maaf, walau kesempatan itu ada, saya memutuskan untuk tidak maju ke pemilihan Gubernur DKI 2017. Ini alasannya. mohon dibaca dengan seksama. Semoga Jakarta bisa memilih pemimpin terbaik tahun depan. hatur nuhun. ------ Ke Jakarta Tidak ke Jakarta Indonesia lahir dari imajinasi. Rumah besar dengan penghuni yang beragam bukan seragam. Indonesianis Ben Anderson pun menyebut Indonesia sebagai "imagined community". Imajinasi ambisius yang mencoba menyatukan kebhinekaan 17 ribu pulau dan 700-an bahasa ini. Keragaman dan kekayaan tanah air ini luar biasa. Bangsa Portugis, Inggris dan Belanda pun dahulu berebut kekayaan ibu pertiwi ini. Kekayaan alam yang bisa membu...

Cinta Terlarang, Berawal Dari Curhat Di Facebook

Cinta Terlarang, Berawal Dari Curhat Di Facebook Facebook merupakan media sosial yang paling banyak penggunanya. Mulai dari anak-anak sampai orang tua. Semua orang mengunakan Facebook. Seperti yang kita lihat dan kita dengar, banyak sekali kasus penipuan, pemerkosaan berawal dari Facebook. Namun itu tidak membuat orang jera mengunakan Facebook. (Baca juga:  Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala ) Ada bermacam-macam pengguna dengan tujuan yang beragam. Dari partai, para tokoh masyarakat sampai media web berita mengunakan facebook. Tak jarang kita temukan orang mempromosikan jualannya secara online. Sebagian besar lainnya menggunakan Facebook sebagai ajang mencari jodoh dan teman. Sering kita dengar cinta berawal dari dunia maya, sama halnya dengan perselingkuhan. Banyak orang terjebak dalam lembah ini, terjebak dalam cinta semu yang tak seharusnya terjadi. Berikut ini sebuah kisah dimana cinta terlarang (perselingkuhan) ini terjadi. Seb...

Perlukah Ridwan Kamil Pergi Ke Jakarta Untuk Ikut Pilkada Gubernur DKI Jakarta?

Perlukah Ridwan Kamil Pergi Ke Jakarta Untuk Ikut Pilkada Gubernur DKI Jakarta? Begitulah pertanyaan Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung di halaman Facebook miliknya. "Perlukah saya pergi ke Jakarta untuk ikut pilkada gubernur DKI 2017?". Ridwan Kamil meminta setidaknya 1,6 juta warga yang menyukai halaman facebooknya untuk memberikan pendapat dan masukan. Sampai saat ini tercatat 21.509 lebih orang yang memberikan komentar terkait status Wali Kota Bandung tersebut. (Baca juga:  Kang Emil Itu Biru Bukan Oranye ) Mayoritas pendapat warga tidak setujuh jika Kang Emil harus ikut Pilkada DKI nanti. Berikut saya ambil beberapa komentar di halam Ridwan Kamil Rendy A  "JANGGAAANNN!! percaya 100% ini akal bulus org parpol.. pikirkan dgn cermat dan tepat.. ingat pak.. jakarta itu beda 360drajat sama bandung.. jakarta multi kultur, multi bajingam dan multi preman.. disana 200% penjahat nya lbh bajingan dr pd bandung yg cuma 1 kultur.. bpk sdh cocok jadi bapak ...

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala Bertambahnya usia bumi, maka semakin bertambah pulalah kerusakan yang disebabkan oleh penghuninya. Jaman telah berubah, seiring berkembangnya Teknologi yang tidak bisa kita kontrol dengan baik. Peradaban yang berbudi dan beretika pun semakin luntur dan kita semakin sombong dengan ilmu yang kita dapat dengan instan tanpa tahu bagaimana harus menyikapi ilmu tersebut secara benar. (Baca juga:  Ini Dia Tipe Pria Idaman Wanita ) Perubahan-perubahan tersebut membawa dampak buruk untuk generasi sekarang. Norma adat ditinggalkan demi kepuasan dunia yang kecil. Kita punya aturan yang bagus namun terberenggus hilang dari kepongahan dunia yang kian kemerlap. Generasi sekarang tidak seperti generasi yang dulu, dimana kita yang dulu punya "Rasa Malu" yang sangat besar, kita akan merasa begitu ketakutakan jika melakukan kesalahan walaupun itu hanya kesalahan kecil. Sedangkan generasi sekarang....? Sebagai contoh s...

Tenggelam Dalam Keindahan, Pantai Oa Dan Rako Surganya Wisata Flotim

Tenggelam Dalam Keindahan, Pantai Oa Dan Rako Surganya Wisata Flotim Tuhan telah memberikan keindahan alam yang begitu mempesona di tanah Flores. Keindahan yang patut untuk dijaga, keindahan patut disyukuri. (Baca juga:  Larantuka Punya Semana Santa, Tradisi Katolik Yang Mendunia ) Surga jatuh ke bumi, bukan hanya ke tanah Papua tapi juga di tanah Flores. Pantai Oa dan Pantai Rako adalah salah satu contoh surga itu jatuh ke tanah Flores. Pantai Oa dan Rako adalah dua pantai yang berdekatan terletak di Desa Oa Kabupaten Flores Timur. Untuk mencapai kedua pantai ini anda bisa datang ke Larantuka, Kota Kabupaten Flores Timur. Dari Larantuka anda bisa mengunakan kendaraan roda dua atau empat. Cukup jauh memang untuk mencapai ke dua pantai ini. Dari Larantuka anda menuju Boru, disana ada jalan masuk sebelah kiri dimana anda akan menuju kepantai Oa dan Rako ini. Akses jalan setelah Boru cukup memprihatinkan, bagian jalan banyak yang berlubang. Anda...

BI Adakan Lomba Karya Ilmiah Dengan Hadiah Jutaan Rupiah

BI Adakan Lomba Karya Ilmiah Dengan Hadiah Jutaan Rupiah Bank Indonesia kembali menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Stabilitas Sistem Keuangan (LKI SSK) pada tahun 2016. Tahun ini, tema umum yang diangkat adalah “Mengukur Kerentanan Sistem Keuangan di Tengah Dinamika Perekonomian Global dan Domestik”. Dengan total hadiah sebesar Rp92.500.000,- (sembilan puluh dua juta lima ratus ribu rupiah), lomba dibuka untuk masyarakat umum. Untuk berpartisipasi dalam lomba, masyarakat dapat menyerahkan karya tulis baik secara perorangan maupun kelompok. Lomba tertutup bagi pegawai Bank Indonesia dan pihak yang terafiliasi dengan Bank Indonesia atau juara LKI SSK BI dalam dua tahun terakhir. Dari seluruh karya yang masuk, akan dipilih 5 (lima) pemenang. Peserta dapat memilih 1 (satu) subtema untuk setiap karya ilmiah. Pilihan subtema adalah: Mengukur kerentanan ekonomi regional yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Mengukur kerentanan sektor korporasi dan/atau rumah tangga ...