Skip to main content

Cinta Terlarang, Berawal Dari Curhat Di Facebook

Cinta Terlarang, Berawal Dari Curhat Di Facebook

Cinta Terlarang, Berawal Dari Curhat Di Facebook

Facebook merupakan media sosial yang paling banyak penggunanya. Mulai dari anak-anak sampai orang tua. Semua orang mengunakan Facebook.

Seperti yang kita lihat dan kita dengar, banyak sekali kasus penipuan, pemerkosaan berawal dari Facebook. Namun itu tidak membuat orang jera mengunakan Facebook.

(Baca juga: Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala)

Ada bermacam-macam pengguna dengan tujuan yang beragam. Dari partai, para tokoh masyarakat sampai media web berita mengunakan facebook. Tak jarang kita temukan orang mempromosikan jualannya secara online.

Sebagian besar lainnya menggunakan Facebook sebagai ajang mencari jodoh dan teman.

Sering kita dengar cinta berawal dari dunia maya, sama halnya dengan perselingkuhan. Banyak orang terjebak dalam lembah ini, terjebak dalam cinta semu yang tak seharusnya terjadi.

Berikut ini sebuah kisah dimana cinta terlarang (perselingkuhan) ini terjadi.

Sebut saja Erni (nama samaran) salah seorang ibu muda dengan satu orang anak. Suaminya kerja di salah satu restoran di salah satu kota di Pulau Jawa kita misalkan saja itu Bandung.

Keseharian Erni hanya mengurus anak, mencuci dan membersihkan kontrakan (rumah) dimana dia suami dan buah hati mereka berteduh.

Mungkin karena jenuh, waktu luang Erni digunakan untuk bercurhat ria di Facebook. Beberapa bulan kemudian status Erni pun mulai terlihat memelas, dengan kata-kata "jenuh, pusing, cape, bantu saya allah" dan seterusnya.

Salah seorang pengguna Facebook sebut saja namanya Nurdin (nama samaran) pria yang beristri, mencoba memberikan masukan-masukan yang positif.

Alhasil hubungan kedua insan yang sudah bersuami dan beristri ini semakin dekat dan romantis. Mereka pun kemudian bersepakat untuk bertemu.

Cinta terlarang yang tak ada akhirnya itu pun terjadi. 

Cerita diatas adalah cerita nyata, dan kita sering mendengar cerita yang sama seperti itu. Ini namanya Kejahatan Cinta dimana jika ketahuan, bisa melukai hati orang lain, bukan hanya itu saja cinta terlarang ini bisa menyebabkan pembunuhan.

Alangkah bodohnya jika kita terjebak didalam kisah ini. Kisah dimana nafsu lebih diutamakan dari pada cinta.

Lantas apa yang harus kita lakukan jika terjebak dalam kondisi ini...? Pernah saya bertanya kepada orang yang pernah mengalami peristiwa ini, dia berkata ini murni cinta bukan nafsu. Saya kemudian memberi dia solusi, jika ini murni cinta mintalah selingkuhan mu menceraikan pasangannya dan anda pun demikian menikahlah kalian.

Comments

Popular posts from this blog

Kasus Pemerkosaan Meningkat, Kenapa Bisa Terjadi?

Kasus Pemerkosaan Meningkat, Kenapa Bisa Terjadi?
Akhir-akhir ini kita digemparkan dengan kasus pemerkosaan yang datang bertubi-tubi. Pemerkosaan yang berujung pada pembunuhan. 
Kita tidak bisa memaafkan perlakuan "binatang" para pelaku pemerkosaan yang dengan sangat tega dan bengis melakukan perbuatan tersebut.
Kemana nurani sebagai manusia yang punya rasa berbelas kasih..? Hilangkah rasa iba itu dari lubuk hati..? Kenapa tega berbuat keji, apakah hanya karena nafsu semata..?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul begitu saja ketika mendengar kasus pemerkosaan berulang lagi.
Menanggapi kasus ini Pemerintah Indonesia, mengambil keputusan cepat untuk menanggulangi kejadian ini agar tidak terulang lagi. Hukuman kebiri diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk pelaku pemerkosaan. Namun apakah hukuman ini akan menghentikan kejahatan (pemerkosaan) ini..?
Saya rasa tidak...ini seperti memberi obat kepada pesakitan tanpa tahu kenapa dia sakit dan memberantas penyebab sakitnya ters…

Perlukah Ridwan Kamil Pergi Ke Jakarta Untuk Ikut Pilkada Gubernur DKI Jakarta?

Perlukah Ridwan Kamil Pergi Ke Jakarta Untuk Ikut Pilkada Gubernur DKI Jakarta?
Begitulah pertanyaan Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung di halaman Facebook miliknya. "Perlukah saya pergi ke Jakarta untuk ikut pilkada gubernur DKI 2017?". Ridwan Kamil meminta setidaknya 1,6 juta warga yang menyukai halaman facebooknya untuk memberikan pendapat dan masukan.
Sampai saat ini tercatat 21.509 lebih orang yang memberikan komentar terkait status Wali Kota Bandung tersebut.
(Baca juga: Kang Emil Itu Biru Bukan Oranye)
Mayoritas pendapat warga tidak setujuh jika Kang Emil harus ikut Pilkada DKI nanti. Berikut saya ambil beberapa komentar di halam Ridwan Kamil
Rendy A "JANGGAAANNN!! percaya 100% ini akal bulus org parpol.. pikirkan dgn cermat dan tepat.. ingat pak.. jakarta itu beda 360drajat sama bandung.. jakarta multi kultur, multi bajingam dan multi preman.. disana 200% penjahat nya lbh bajingan dr pd bandung yg cuma 1 kultur.. bpk sdh cocok jadi bapak na bandung.. coba riset kecil…