Skip to main content

Ahok: Saya Dan Ridwan Kamil Teman Baik, Sebagai Teman Harus Berjuang Bersama Untuk Indonesia

Ahok: Saya Dan Ridwan Kamil Teman Baik, Sebagai Teman Harus Berjuang Bersama Untuk Indonesia

Ahok: Saya Dan Ridwan Kamil Teman Baik, Sebagai Teman Harus Berjuang Bersama Untuk Indonesia

Ridwan Kamil Wali Kota Bandung telah mengumumkan kalau dirinya tidak akan ikut dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

(Baca juga: Ridwan Kamil Memutuskan Untuk Tidak Ikut Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017)

Dalam pesannya Ridwan Kamil mengatakan akan fokus membangun Kota Bandung. Indonesia tidak hanya Jakarta. Mitos pusat segalanya itu harus dibongkar. Saya yakin Indonesia bisa maju jika di daerah juga dipimpin orang-orang terpercaya dan progresif secara merata. Indonesia bisa hebat dengan kepemimpinan orang-orang hebat seperti Ibu Risma di Surabaya atau Prof. Nurdin Abdullah di Bantaeng.

Menanggapi keputusan Ridwan Kamil tak maju dalam pemilihan Gubernur DKI dalam Pilkada 2017, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku mengerti akan keputusan Ridwan Kamil alias Emil.

"Saya pikir saya bisa ngerti ya, kenapa pak Ridwan Kamil buat fokuskan di Bandung," kata Ahok di Balai Kota (29/2/2016).

Pasalnya,menurut Ahok perlu banyak pertimbangan untuk maju Pilkada DKI 2017 nanti. Pihaknya mengatakan Ahok dan Emil merupakan teman baik.

Ahok mengatakan apabila mereka saling bersaing akan ada salah satu yang \'hilang\'.

"Kan kita teman baik sama dia (Emil) dia juga enggak pengen, salah satu hilang. Kita kan mesti sama-sama sebagai teman untuk berjuang bersama untuk indonesia lah," ujarnya.

Ahok mengatakan dengan batalnya Emil maju DKI 1, justru masing-masing dapat saling belajar dan saling bertukar untuk memgembangkan daerahnya, sehingga pembangunan tidak hanya berpusat di Jakarta saja.

Comments

Popular posts from this blog

Memberi Dalam Kekurangan Adalah Kebodohan Besar

Memberi Dalam Kekurangan Adalah Kebodohan Besar Hidup tak semudah seperti yang kita pikirkan. Kadang terlihat mudah namun susah, kadang terlihat susah namun gampang. Memberi (menolong) orang lain adalah sesuatu yang sangat dianjurkan oleh Agama dan memang kita manusia dapat bertahan hidup dari jaman nenek moyang sampai sekarang karena saling menolong dan membantu. Pembicaraan kita kali ini adalah memberi (sedekah) dalam kekurangan adalah sebuah kebodohan. Saya, kita sering mendengar bahwa membantu orang dalam keadaan kita tidak punya apa-apa itu adalah sebuah kewajiban dan pahalanya besar. Sungguh sangat lucu jika kita kemudian berpikir itu secara logis. Sebagai contoh saya memiliki segenggam nasi, dan saya sudah tidak makan beberapa hari. Bertemulah dengan orang lain yang memiliki nasib seperti saya, apakah segenggam nasi itu harus saya berikan kepada dia..? atau segengam nasi itu saya bagi dua, memberikan setengah untuk dia dan untuk saya setengah. Itupun ka...

Mengenal LGBT, Sejarah Dan Pandangan Psikolog

Mengenal LGBT, Sejarah Dan Pandangan Psikolog LGBT atau GLBT adalah akronim dari "lesbian, gay, biseksual, dan transgender". Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa "komunitas gay" karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. Sejarah Berbicara tentang homoseksual, ternyata homoseksual ini sudah ada sejak dahulu kala. Dalam sejarah mesir kuno ada sebuah makam dimana digambarkan sepasang pria sedang berciuman.  Dua pria tersebut adalah Khnumhotep dan Niankhkhnum. Dua laki-laki dari Mesir Kuno ini diduga merupakan pasangan homoseksual pertama yang tercatat dalam sejarah karena di makamnya mereka digambarkan sedang berciuman. Namun, beberapa kritikus tidak setuju dengan interpretasi ini karena kedua laki-laki tersebut punya istri dan anak, sehingga mungkin mereka hanyalah saudara. Makam mereka ditemukan Ahmed Moussa di Saqqara, Mesir, pada tahun 1964.Kehidupan mereka tidak banyak dike...

Kurang Jelas Pasal Pencemaran Nama Baik Di UU ITE Sampai Kebijakan Konten

Kurang Jelas Pasal Pencemaran Nama Baik Di UU ITE Sampai Kebijakan Konten Sangat disayangkan jika suara jeritan memelas dibungkam, oh tidak kalau menjerit memelas dan mengeluh itu tidak termasuk dalam Pencemaran Nama Baik. Habis yang bagaimana yang melanggar? bagaimana caranya agar suara yang memelas itu bisa di dengar? Bagaimana baiknya cara menyampaikan keluhan tersebut..? Contoh kasus, ketika air (PDAM) dan listrik (PLN) macet dan anda atau saya meluapkannya di media sosial dengan kata-kata kasar, PDAM - PLN Goblok (apakah ini termasuk pencemaran nama baik) atau yang seperti ini contoh kepala PLN adalah Yohanes M Wain, kemudian anda menulis di media sosial dasar Yohanes M Wain goblok kerja ngk becus (apakah ini disebut pencemaran nama baik). Atau masih seperti contoh kasus diatas, anda menulis kritik kerja pimpinan PDAM dan PLN di salah satu konten google (blogger) apakah ini termasuk melanggar...? ( Baca kebijakan konten Blogger ) Saya sangat setuju jika yan...