Skip to main content

Jangan Coreng Wajah Indonesia

Jangan Coreng Wajah Indonesia


Jangan Coreng Wajah Indonesia

Bangga menjadi Rakyat Indonesia, bangga Berbangsa Indonesia, bangga lahir dan menetas dari alam permai Tanah Air Indonesia.

Kalau kita cermati dunia sosmed akhir-akhir ini tentu saja kita tahu bahwa yang selalu menjadi topik hangat dan menjadi perdebatan adalah topik mengenai AGAMA.

Politik Agama

Adalah satu hal yang sangat memprihatinkan karena AGAMA disini dijadikan sebagai arena jual beli. Agama dijadikan sebagai media untuk menghasut dan menjatuhkan lawan politik.

Menggaris bawahi kata POLITIK, POLITIK AGAMA adalah salah satu contoh ketidakmampuan para elit negara untuk bersaing.

Kegiatan politik yang seperti ini merupakan salah satu penyebab hancurnya keberanekaragaman di Indonesia, merusak dan mencoreng wajah pertiwi yang damai.

Saudara sebangsa dan setanah air, Negara Indonesia adalah negara yang besar. Kita kaya budaya dan adat istiadat. Marilah kita jaga kekayaan itu bersama.

Perbedaan bukanlah penghalang bagi kita, perbedaan bukan suatu masalah yang harus diperdebatkan. Perbedaan adalah sebuah pelangi sebuah keindahan yang harus kita jaga.

Saling Menghakimi

Dan janganlah menghakimi sesamamu manusia karena kita sama dimata yang ESA. Sebuah tren dimana kita saling menghujat," ini salah, ini kafir " dsb sering kita dengar di sosmed.

Sebuah pertanyaan kemudian muncul dalam benak, apa ia kita bisa hidup sendiri...? Jika tidak kenapa kita harus saling menghakimi..? Setiap manusia memiliki akal dan pemikiran yang berbeda.

Kita tidak seharusnya memaksa kehendak kita kepada orang lain, mengganggap diri paling benar adalah sebuah pemikiran sesat dan tercela.

Seperti yang sudah saya katakan diatas budaya dan adat kita sangat banyak, ini merupakan mutiara yang harus kita jaga bukan kita hancurkan. KITA harus sama-sama menjaganya, dari Aceh sampai Papua itulah Indonesia.

Korban Ketidakharmonisan

Ketidakharmonisan yang tercipta baik di sosmed atau dilingkungan kita ini, membuat hidup menjadi serba salah. Dampaknya sangat besar hubungan sosial masyarakat pun semakin terbatasi. Kita tidak lagi peduli akan sesama, "lu mau sakit, mati terserah orang kita ngk sejalan ini".

Tidak adalagi kata orang Indonesia ramah-ramah, semua menatap dengan saling mencurigai. Apakah kita mau hidup seperti itu...?

Marilah kita bergenggaman tangan, hapus semua rasa dengki dalam hati, bangunlah pemuda kebanggaan bangsa, kibarkan semangat Merah Putih.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal LGBT, Sejarah Dan Pandangan Psikolog

Mengenal LGBT, Sejarah Dan Pandangan Psikolog LGBT atau GLBT adalah akronim dari "lesbian, gay, biseksual, dan transgender". Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa "komunitas gay" karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. Sejarah Berbicara tentang homoseksual, ternyata homoseksual ini sudah ada sejak dahulu kala. Dalam sejarah mesir kuno ada sebuah makam dimana digambarkan sepasang pria sedang berciuman.  Dua pria tersebut adalah Khnumhotep dan Niankhkhnum. Dua laki-laki dari Mesir Kuno ini diduga merupakan pasangan homoseksual pertama yang tercatat dalam sejarah karena di makamnya mereka digambarkan sedang berciuman. Namun, beberapa kritikus tidak setuju dengan interpretasi ini karena kedua laki-laki tersebut punya istri dan anak, sehingga mungkin mereka hanyalah saudara. Makam mereka ditemukan Ahmed Moussa di Saqqara, Mesir, pada tahun 1964.Kehidupan mereka tidak banyak dike...

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala Bertambahnya usia bumi, maka semakin bertambah pulalah kerusakan yang disebabkan oleh penghuninya. Jaman telah berubah, seiring berkembangnya Teknologi yang tidak bisa kita kontrol dengan baik. Peradaban yang berbudi dan beretika pun semakin luntur dan kita semakin sombong dengan ilmu yang kita dapat dengan instan tanpa tahu bagaimana harus menyikapi ilmu tersebut secara benar. (Baca juga:  Ini Dia Tipe Pria Idaman Wanita ) Perubahan-perubahan tersebut membawa dampak buruk untuk generasi sekarang. Norma adat ditinggalkan demi kepuasan dunia yang kecil. Kita punya aturan yang bagus namun terberenggus hilang dari kepongahan dunia yang kian kemerlap. Generasi sekarang tidak seperti generasi yang dulu, dimana kita yang dulu punya "Rasa Malu" yang sangat besar, kita akan merasa begitu ketakutakan jika melakukan kesalahan walaupun itu hanya kesalahan kecil. Sedangkan generasi sekarang....? Sebagai contoh s...

Kurang Jelas Pasal Pencemaran Nama Baik Di UU ITE Sampai Kebijakan Konten

Kurang Jelas Pasal Pencemaran Nama Baik Di UU ITE Sampai Kebijakan Konten Sangat disayangkan jika suara jeritan memelas dibungkam, oh tidak kalau menjerit memelas dan mengeluh itu tidak termasuk dalam Pencemaran Nama Baik. Habis yang bagaimana yang melanggar? bagaimana caranya agar suara yang memelas itu bisa di dengar? Bagaimana baiknya cara menyampaikan keluhan tersebut..? Contoh kasus, ketika air (PDAM) dan listrik (PLN) macet dan anda atau saya meluapkannya di media sosial dengan kata-kata kasar, PDAM - PLN Goblok (apakah ini termasuk pencemaran nama baik) atau yang seperti ini contoh kepala PLN adalah Yohanes M Wain, kemudian anda menulis di media sosial dasar Yohanes M Wain goblok kerja ngk becus (apakah ini disebut pencemaran nama baik). Atau masih seperti contoh kasus diatas, anda menulis kritik kerja pimpinan PDAM dan PLN di salah satu konten google (blogger) apakah ini termasuk melanggar...? ( Baca kebijakan konten Blogger ) Saya sangat setuju jika yan...