Skip to main content

Kang Emil Itu Biru Bukan Oranye


Kang Emil Itu Biru Bukan Oranye

Ridwan Kamil atau sering disapa warga Bandung Kang Emil akhir-akhir ini menjadi pembicaraan lantaran beliau diisukan akan maju ke Pilgub DKI-Jakarta.

Pria dengan nama lengkap Mochamad Ridwan Kamil, S.T, M.U.D (lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober 1971; umur 44 tahun) adalah Wali Kota Bandung periode 2013-2018. Sebelum menjadi pejabat publik, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini memiliki karier sebagai seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung. 

Isu bakal merapatnya kang Emil ke Jakarta ini membuat penguna sosmed (khususnya warga Bandung) gerah. Kebanyakan dari mereka tidak mau kalau kang Emil harus meninggalkan kota Bandung dan hijra ke Jakarta.

Seperti komen dari Iman Santoso, dia mengatakan "Kang emil itu biru bukan oranye" sedangkan akun Facebook dengan nama Wahyu mengatakan "Jangan harap Indonesia akan maju.. kalau yang hnya diurusin satu daerah. Dan karena keegoisan partai. Jdi tidak adanya pemerataan daerah."

Dari mayoritas suara yang menolak ada juga yang mendukung seperti akun dengan nama Rama Dans Visi Kang, dia mengatakan "emil for DKI 1...kang emil.ke.DKI bukan karena ambisi.politik tp.ingin memberi tauladan.kepada para.pemimpin bagaimana caranya memimpin dgn bijak fan santun..so utk warga bandung raya.yg kasep dan.geulis.pisan ikhlaskan kang emil utk berbuat lebih dan.lebih buat negeri.ini..."

Bagaimana dengan pendapat anda..?

Kalau pendapat saya, sebagai warga yang kini yang menetap di Bandung. Ridwan Kamil tetaplah idola saya, kemanapun dia melangkah akan tetap menjadi idola saya. Namun ada baiknya jika kang Emil untuk saat ini tetap di Bandung. Karena Bandung masih membutuhkan beliau.

Mengenai hijra di Jakarta, Ahok ada disana, biarkan pa Ahok menyelesaikan apa yang harus dia selesaikan di Jakarta. Begitupula kang Emil.

Orang baik memang banyak cobaannya.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal LGBT, Sejarah Dan Pandangan Psikolog

Mengenal LGBT, Sejarah Dan Pandangan Psikolog LGBT atau GLBT adalah akronim dari "lesbian, gay, biseksual, dan transgender". Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa "komunitas gay" karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. Sejarah Berbicara tentang homoseksual, ternyata homoseksual ini sudah ada sejak dahulu kala. Dalam sejarah mesir kuno ada sebuah makam dimana digambarkan sepasang pria sedang berciuman.  Dua pria tersebut adalah Khnumhotep dan Niankhkhnum. Dua laki-laki dari Mesir Kuno ini diduga merupakan pasangan homoseksual pertama yang tercatat dalam sejarah karena di makamnya mereka digambarkan sedang berciuman. Namun, beberapa kritikus tidak setuju dengan interpretasi ini karena kedua laki-laki tersebut punya istri dan anak, sehingga mungkin mereka hanyalah saudara. Makam mereka ditemukan Ahmed Moussa di Saqqara, Mesir, pada tahun 1964.Kehidupan mereka tidak banyak dike...

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala

Dari Malu-Malu Kucing Menjadi Malu-Malu Serigala Bertambahnya usia bumi, maka semakin bertambah pulalah kerusakan yang disebabkan oleh penghuninya. Jaman telah berubah, seiring berkembangnya Teknologi yang tidak bisa kita kontrol dengan baik. Peradaban yang berbudi dan beretika pun semakin luntur dan kita semakin sombong dengan ilmu yang kita dapat dengan instan tanpa tahu bagaimana harus menyikapi ilmu tersebut secara benar. (Baca juga:  Ini Dia Tipe Pria Idaman Wanita ) Perubahan-perubahan tersebut membawa dampak buruk untuk generasi sekarang. Norma adat ditinggalkan demi kepuasan dunia yang kecil. Kita punya aturan yang bagus namun terberenggus hilang dari kepongahan dunia yang kian kemerlap. Generasi sekarang tidak seperti generasi yang dulu, dimana kita yang dulu punya "Rasa Malu" yang sangat besar, kita akan merasa begitu ketakutakan jika melakukan kesalahan walaupun itu hanya kesalahan kecil. Sedangkan generasi sekarang....? Sebagai contoh s...

Kurang Jelas Pasal Pencemaran Nama Baik Di UU ITE Sampai Kebijakan Konten

Kurang Jelas Pasal Pencemaran Nama Baik Di UU ITE Sampai Kebijakan Konten Sangat disayangkan jika suara jeritan memelas dibungkam, oh tidak kalau menjerit memelas dan mengeluh itu tidak termasuk dalam Pencemaran Nama Baik. Habis yang bagaimana yang melanggar? bagaimana caranya agar suara yang memelas itu bisa di dengar? Bagaimana baiknya cara menyampaikan keluhan tersebut..? Contoh kasus, ketika air (PDAM) dan listrik (PLN) macet dan anda atau saya meluapkannya di media sosial dengan kata-kata kasar, PDAM - PLN Goblok (apakah ini termasuk pencemaran nama baik) atau yang seperti ini contoh kepala PLN adalah Yohanes M Wain, kemudian anda menulis di media sosial dasar Yohanes M Wain goblok kerja ngk becus (apakah ini disebut pencemaran nama baik). Atau masih seperti contoh kasus diatas, anda menulis kritik kerja pimpinan PDAM dan PLN di salah satu konten google (blogger) apakah ini termasuk melanggar...? ( Baca kebijakan konten Blogger ) Saya sangat setuju jika yan...