Skip to main content

Indonesia Bersih Sampah 2020, Flotim Siap Bersih?

Indonesia Bersih Sampah 2020, Flotim Siap Bersih?

Indonesia Bersih Sampah 2020, Flotim Siap Bersih?

Presiden Joko Widodo Mengatakan "Indonesia bersih dari sampah 2020 merupakan komitmen kita bersama. Sampah bukan hanya mengotori lingkungan, tapi juga ganggu kesehatan kita. Komunitas, Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia harus segera bergerak bersihkan lingkungan dari sampah. Ayo bergotong royong untuk wujudkan Indonesia bersih. ‪#‎BebasSampah2020‬".


Tentu saja kita tahu sampah merupakan salah satu masalah besar di peradaban ini, tidak hanya di kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta saja yang kesulitan mengatasi permasalahan ini, Flores Timur satu kabupaten kecil di Provinsi NTT juga mengalami hal yang sama.

Bagaimana tidak sulit, sampah merupakan sesuatu yang berkaitan langsung dengan hidup kita, tiap hari pasti kita memegang sampah. Dari bungkusan permen, plastik cucian, bungkusan sabun, bungkusan rokok dan masih banyak lagi. Menjadi pertanyaan Apakah kita membuah sampah itu pada tempatnya..?

Pemerintah begitu gencar berusaha agar kita hidup bersih, (untuk hidup bersih saja kita harus di atur pemerintah) seperti halnya yang di lakukan oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, begitu gigih mengajak masyarakat agar hidup lebih bersih lagi. 

Pada satu kesempatan saya melihat Wali Kota Bandung ini berjalan dan memungut sampah di area alun-alun Bandung tanpa ada yang mengenalinya. Miris memang, kita tidak bisa menjadi disiplin dari hal yang paling kecil "Buanglah Sampah Pada Tempatnya" tulisan ini sering kita lihat, kita baca bahkan di Sekolah pun menulis ini, namun apakah kita mentaatinya..?

Berbicara tentang sampah di Larantuka ibu kota kabupaten Flores Timur mengalami hal yang sama. Kota pesisir pantai ini begitu indah namun harus merelakan pantainya menjadi tempat untuk membuang sampah.

Sampah terlihat bertebaran di pelabuhan kearah barat, kita bisa melihat begitu banyak plastik di dasar laut. Mayoritas masyarakat hidup dekat dengan pantai dan dengan seenaknya membuang sampah di pantai, padahal masyrakat disana sebagian hidupnya bergantung pada laut.

Masih di Flores Timur kita menuju ke Waiwerang, pulau Adonara disini sejak dulu, sampah sangat mudah kita temukan di laut. Ribuan sampah bertebaran di pelabuhan kota Waiwerang. Bahkan jika kita hendak mandi laut di area pelabuhan Waiwerang, kita pasti disibukan dengan memilah sampah.

Bagimana mungkin Indonesia bisa bersih? dari kabupaten kecil saja sampah sudah menjadi persoalan yang tak bisa dipecahkan.

Kita tidak mungkin bisa hidup bersih dengan hanya mengandalkan peraturan pemerintah saja, bersih itu dimulai dari diri kita sendiri, seharus tanpa peraturan pun kita harus hidup bersih!.

Comments

Popular posts from this blog

Memberi Dalam Kekurangan Adalah Kebodohan Besar

Memberi Dalam Kekurangan Adalah Kebodohan Besar Hidup tak semudah seperti yang kita pikirkan. Kadang terlihat mudah namun susah, kadang terlihat susah namun gampang. Memberi (menolong) orang lain adalah sesuatu yang sangat dianjurkan oleh Agama dan memang kita manusia dapat bertahan hidup dari jaman nenek moyang sampai sekarang karena saling menolong dan membantu. Pembicaraan kita kali ini adalah memberi (sedekah) dalam kekurangan adalah sebuah kebodohan. Saya, kita sering mendengar bahwa membantu orang dalam keadaan kita tidak punya apa-apa itu adalah sebuah kewajiban dan pahalanya besar. Sungguh sangat lucu jika kita kemudian berpikir itu secara logis. Sebagai contoh saya memiliki segenggam nasi, dan saya sudah tidak makan beberapa hari. Bertemulah dengan orang lain yang memiliki nasib seperti saya, apakah segenggam nasi itu harus saya berikan kepada dia..? atau segengam nasi itu saya bagi dua, memberikan setengah untuk dia dan untuk saya setengah. Itupun ka...

Cinta Beda Agama Apakah Harus Diperjuangkan?

Cinta Beda Agama Apakah Harus Diperjuangkan? Kita percaya bahwa manusia diciptakan untuk saling melengkapi. Kekurangan yang kita miliki akan dilengkapi dengan kelebihan yang dimiliki manusia lainnya.  Kita juga percaya bahwa manusia itu diciptakan pria dan wanita untuk saling mengasihi, memahami, untuk saling merangkul dan menguatkan. Saya percaya cinta merupakan salah satu kekuatan terdasyat didunia. Kalau saya gambarkan mungkin kekuatan cinta ini seperti bom nuklir, bedanya kekuatan cinta tak kasat mata, dia tak terlihat. Seperti mainan perasaan, perasaan yang mengikat, perasaan yang menghidupkan, perasaan untuk tetap bersama dan memiliki. Defenisi cinta sangatlah luas, seluas jagat raya ini dan penuh misteri tentunya. Sebagian orang beranggapan bahwa cinta itu bisa datang dan pergi. Sebagian lagi beranggapan cinta itu tak dapat pergi kekal didasar hati. Menjadi sebuah permasalahan ketika cinta ini dikekang, dirantai dengan kekuatan yang tak ...

Melihat Kasus Intoleransi Yang Makin Marak Di Indonesia

Melihat Kasus Intoleransi Yang Makin Marak Di Indonesia Kasus intoleransi atas nama agama di tanah air seringkali timbul karena hal sepele. Dari gunjingan kecil bisa berubah menjadi petaka. Contoh kasus pembakaran Vihara yang baru saja terjadi di Indonesia tepatnya di Tanjungbalai Sumatera Utara. Kasus seperti ini malah bisa kita temukan di media sosial setiap hari, menyudutkan satu agama, mencela, mencaci dan anehnya kadang sikap ini dilegalkan oleh oknum tertentu yang seharusnya menjadi panutan karena hanya untuk popularitas atau untuk sesuap nasi, tanpa berpikir bahwa dirinya telah menanam benih-benih permusuhan yang bisa meledak kapan saja. Melihat dari kasus pembakaran Vihara yang terjadi di Tanjungbalai ini, saya rasa kita tidak bisa dengan serta merta harus menyalahkan pihak-pihak yang memulai kerusuhan ini. Okelah yang membakar harus ditahan atau ditangkap. Namun ini tidak akan bisa menyelesaikan kasus intoleransi itu sendiri. Kerusuhan atas nama agama seperti m...