Gerindra: Negara Diambang Pailit Jika Kebiasaan Menumpuk Utang Dilanjutkan


Gerindra: Negara Diambang Pailit Jika Kebiasaan Menumpuk Utang Dilanjutkan

Dalam kurun waktu 2,5 tahun masa pemerintahan Presiden RI Joko Widodo, Indonesia mengalami peningkatan utang yang sangat signifikan, saat ini posisi utang Indonesia per Juli 2017 mencapai Rp. 3.779 Triliun, utang tersebut bertambah Rp. 73,47 Triliun dibandingkan posisi utang Juni 2017. 

Belum lagi bunga yang harus dibayarkan tiap tahunnya yang saat ini besarannya sekitar 67,56% dari pagu APBN atau berkisar Rp.347,61 Triliun.

Bahkan jika utang tersebut dibebankan kepada 250 juta penduduk Indonesia, maka kita harus menanggung utang negara sebesar Rp.13 Juta!

Lantas yang menjadi pertanyaan besar, mampukah negara kita terbebas dari jeratan utang? Mampukah kita benar-benar berdaulat, jika porsi “ketergantungan” kita kepada bangsa lain semakin hari semakin besar?

Kami mengajak sahabat untuk berpikir kritis, bahwa negara kita sedang diambang pailit, jika “kebiasaan” buruk untuk menumpuk utang terus dilanjutkan.

Ironinya, meningkatnya jumlah utang tidak berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat Indonesia, Lantas digunakan untuk apa utang-utang tersebut? Salam Indonesia Raya. #ParadoksIndonesia

Bagaimana pendapat anda..?
Gerindra: Negara Diambang Pailit Jika Kebiasaan Menumpuk Utang Dilanjutkan Gerindra: Negara Diambang Pailit Jika Kebiasaan Menumpuk Utang Dilanjutkan Reviewed by jhoe wain on 8/24/2017 01:30:00 pm Rating: 5
comments

No comments:

FOLLOWER

Powered by Blogger.